Evaluasi Program Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran PAI untuk Penguatan Identitas Generasi Z: Analisis Konteks, Input, Proses, dan Produk (CIPP) di SMAN 2 Duampanua Kabupaten Pinran

Authors

  • Sudarmono Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Author
  • Sitti Mania Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author
  • Muhammad Nur Akbar Rasyid Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Author

Keywords:

Budaya Lokal; PAI; Identitas Generasi Z; CIPP.

Abstract

Penelitian ini mengadopsi Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), sebuah kerangka kerja evaluasi program yang diakui secara luas dalam dunia pendidikan dan sosial.⁷ Model ini bukan hanya alat ukur, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan yang strategis. Model CIPP dinilai komprehensif karena mampu menilai program secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan (formatif) hingga hasil akhir (sumatif). Fokus penelitian ini menuntut analisis mendalam pada empat tahap evaluasi yang saling berkesinambungan, yang dikaitkan secara spesifik dengan konteks SMA/SMK di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Proses analisis data dilakukan secara deduktif guna menjamin objektivitas serta transparansi temuan penelitian melalui pengelompokan tema yang sistematis sesuai dengan kerangka evaluasi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kerangka CIPP secara deduktif menunjukkan bahwa program integrasi budaya local dalam Pembelajaran PAI DI SMAN 2 Duampanua Kab. Pinrang memiliki konsistensi yang kauat antara rancangan, pelaksanaan dan pencapaian hasilnya. Temuan pada konteks menegaskan urgensi penguatan akhlak dan identitas budaya bugis seperti siri’ na pacce serta budaya bugis lainnya. Ditengah tantangan moral gen. Z. Sedangakn dimensi input, dan proses penggambara budaya TABE’, kurikulum P5, dan kesiapan guru serta kolaborasi dengan kantor KUA dan tokoh adat/Masyarakat saling menopang satu kesatuan yang mekanisme. Pada dimensi produk, penguatan identitas budaya dan kemampuan siswa menfilter konten digital yang bertentangan dengan nilai – nilai Agama dan budaya mengindikasikan bahwa integrasi budaya lokal dalam PAI di sekolah ini layak dipandang sebagai model konstektual yang dapat direplikasi secara adaptif disatuan Pendidikan lain dengan karakteristik sosial budaya serupa.  

References

Al-Qur'an dan Hadits. (n.d.).

Amalia, M., & Ramadan, Z. H. (2021). Implementasi pendidikan karakter melalui budaya sekolah di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5548–5555.

Annisha, D. (2024). Integrasi penggunaan kearifan lokal (local wisdom) dalam proses pembelajaran pada konsep kurikulum merdeka belajar. Jurnal Basicedu, 8(3), 2108–2115.

Kristin, F. (2015). Keefektifan model pembelajaran berbasis budaya (PBB) untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Jurnal Pendidikan, 5(2), 46–59.

Arifin, M., & Nur, A. (2020). Media sosial dan pembentukan identitas sosial pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 45–58.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Mania, S. (2018). Evaluasi Program Pendidikan. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation theory, models, and applications (2nd ed.). Jossey-Bass.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Nasution, S. (2010). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Tarsito.

Hamid, A. (2025). Manajemen pengembangan kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Rahman, A. (2021). Peran guru PAI dalam pembentukan akhlak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 57–72.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Cantwell, R., & Smith, S. S. (2018). Generasi Z dan tantangan pendidikan. Pustaka Pelajar.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Muin, A., & Rosdiana. (2020). Manajemen Strategis dalam Pembelajaran Agama Islam. Jurnal Administrasi Pendidikan.

Mania, S. (2018). Evaluasi Program Pendidikan. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Miranti, A., Lilik, L., Winarni, R., & Surya, A. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam motif batik Wahyu Ngawiyatan sebagai muatan pendidikan senirupa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560.

Kurniawati, R., Amalia, A. R., & Khaleda, N. I. (2022). Implementasi penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui budaya kelas di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8304–8313.

Arifin, M., & Nur, A. (2020). Media sosial dan pembentukan identitas sosial pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 45–58.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Cantwell, R., & Smith, S. S. (2018). Generasi Z dan tantangan pendidikan. Pustaka Pelajar.

Miranti, A., et al. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560.

Mania, S. (2018). Evaluasi Program Pendidikan. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Hamid, A. (2025). Manajemen pengembangan kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Rahman, A. (2021). Peran guru PAI dalam pembentukan akhlak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 57–72.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Muin, A., & Rosdiana. (2020). Manajemen Strategis dalam Pembelajaran Agama Islam. Jurnal Administrasi Pendidikan.

Hamid, A. (2025). Manajemen pengembangan kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Kristin, F. (2015). Keefektifan model pembelajaran berbasis budaya (PBB) untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Jurnal Pendidikan, 5(2), 46–59.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Miranti, A., et al. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560.

Arifin, M., & Nur, A. (2020). Media sosial dan pembentukan identitas sosial pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 45–58.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Rahman, A. (2021). Peran guru PAI dalam pembentukan akhlak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 57–72.

Cantwell, R., & Smith, S. S. (2018). Generasi Z dan tantangan pendidikan. Pustaka Pelajar.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Arifin, M., & Nur, A. (2020). Media sosial dan pembentukan identitas sosial pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 45–58.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Rahman, A. (2021). Peran guru PAI dalam pembentukan akhlak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 57–72.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Kristin, F. (2015). Keefektifan model pembelajaran berbasis budaya (PBB) untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Jurnal Pendidikan, 5(2), 46–59.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Miranti, A., et al. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560.

Annisha, D. (2024). Integrasi penggunaan kearifan lokal (local wisdom) dalam proses pembelajaran pada konsep kurikulum merdeka belajar. Jurnal Basicedu, 8(3), 2108–2115.

Hamid, A. (2025). Manajemen pengembangan kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arifin, M., & Nur, A. (2020). Media sosial dan pembentukan identitas sosial pada generasi Z. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), 45–58.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Bawadi, & Ratnasari, D. (2023). Ketepatan Implementasi Kurikulum Berbasis Karakter di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Islam.

Seviani, et al. (2025). Monitoring dan Evaluasi Pendidikan di Era Transformasi Digital. Jurnal Inovasi Pendidikan.

Rahman, A. (2021). Peran guru PAI dalam pembentukan akhlak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 57–72.

Mulyana, E., & Effendi, M. R. (2021). Inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif, 2(1), 78–95.

Jusnita, N. (2023). Peran strategis guru PAI dalam membentuk generasi berakhlak di era digital. Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 163–180.

Fauzi, A. (2022). Peran guru PAI sebagai fasilitator budaya di era digital. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 2(3), 234–251.

Mania, S. (2018). Evaluasi Program Pendidikan. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Bawadi, & Ratnasari, D. (2023). Ketepatan Implementasi Kurikulum Berbasis Karakter di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Islam.

Seviani, et al. (2025). Monitoring dan Evaluasi Pendidikan di Era Transformasi Digital. Jurnal Inovasi Pendidikan.

Syafruddin, et al. (2021). Efektivitas Evaluasi Model CIPP dalam Program Sekolah Karakter. Jurnal Evaluasi Pendidikan.

Rasyid, M. N. A. (2020). Pendidikan Agama Islam dan Dinamika Sosial. Makassar: Alauddin University Press.

Miranti, A., et al. (2021). Representasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560.

Bawadi, & Ratnasari, D. (2023). Ketepatan Implementasi Kurikulum Berbasis Karakter di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Islam.

Wawancara dengan pihak sekolah, kepsek, guru PAI, Siswa, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, dan penyuluh Agama Islam KUA kec. Duampanua Kab. Pinrang

Downloads

Published

2025-12-12

How to Cite

Evaluasi Program Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran PAI untuk Penguatan Identitas Generasi Z: Analisis Konteks, Input, Proses, dan Produk (CIPP) di SMAN 2 Duampanua Kabupaten Pinran. (2025). OR!ENT: Journal of Islamic Studies & Culture, 1(02), 18-33. https://ejournal.kabarmoe.com/index.php/orient/article/view/45