Konsep Pendidikan Islam Dan Konsep Teori Mutu(Total Quality Management)
Keywords:
Pendidikan Islam; Mutu Pendidikan; Total Quality ManagementAbstract
Pendidikan lembaga pendidikan saat ini menghadapi tuntutan mutu yang semakin tinggi. Masyarakat tidak lagi hanya menilai lembaga pendidikan dari banyaknya peserta didik atau lamanya berdiri, tetapi dari kualitas layanan, proses pembelajaran, kepemimpinan, evaluasi, pembiayaan, dan hasil yang dicapai. Dalam konteks itu, teori mutu atau quality management menjadi penting karena menawarkan kerangka untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi, dan memperbaiki proses pendidikan secara berkelanjutan. konsep pendidikan Islam menempatkan pembentukan manusia seutuhnya sebagai tujuan utama pendidikan. Pendidikan diarahkan pada penguatan iman, akhlak, ilmu, amal, dan tanggung jawab sosial. Keragaman perspektif tokoh dalam literatur menunjukkan bahwa pendidikan Islam bersifat normatif sekaligus terbuka terhadap kebutuhan zaman, relevansi sosial, dan pengembangan potensi peserta didik. Kedua, teori mutu atau quality management dalam pendidikan menekankan pentingnya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut tampak dalam pendekatan PDCA, trilogi Juran, POAC, evaluasi Stufflebeam, kepemimpinan transformasional, supervisi, dan pengelolaan pembiayaan. Mutu pendidikan dengan demikian lahir dari budaya kerja yang sistematis dan berkesinambungan. Ketiga, konsep pendidikan Islam dan teori mutu memiliki hubungan yang saling melengkapi. Pendidikan Islam memberikan dasar nilai dan arah tujuan, sedangkan teori mutu menyediakan mekanisme operasional untuk mewujudkan tujuan tersebut dalam kerja kelembagaan. Integrasi keduanya memungkinkan lembaga pendidikan Islam membangun mutu yang tidak hanya efektif secara manajerial, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan sosial




